Diet Untuk Diabetes Mellitus

Disamping pengobatan penyakit diabetes, pengaturan pola makan merupakan hal yang sangat penting dalam menangani masalah penyakit diabetes. Karena meskipun minum obat seara teratur, tetapi tidak mematuhi aturan makan (misalnya kelebihan jumalh kalori yang dikonsumsi dari makanan yang  mengandung kadar glukosa tinggi, seperti gula meja, kue-kue manis, minuman manis, atau buah-buahan manis (seperti lengkeng atau anggur) akan mengakibatkan kenaikan kadar gula yang dapat membahayakan diabetes. Sesuai dengan perkembangannya, komposisi diet untuk diabetes mellitus selalu mengalami perubahan. Saat ini pedoman diri untuk diabetes melitus diIndonesia memiliki persentase karbohidrat lebih tinggi, yaitu 60-70% dari total kebutuhan kalori.

Tujuan pengaturan makanan diet untuk diabetes mellitus adalah untuk mempertahankan kadar glukosa darah agar mendekati normal. Caranya adalah dengan menyeimbangkan asupan makanan dengan insulin(endogenous atauu exogenous), mempertahankan berat badan normal dan memberikan cukup zat gizi (untuk memelihara tingkat kesehatan optimal dan aktivitas normal). Pengaturan makanan disesuaikan dengan kondisi fisiologis, seperti hamil, memiliki penyakit hati, penyakit paru, kelainana ginjal, dan lain-lain. Perlu diperhatikan, pengaturan makanan sebaiknya dapat menimbulkan selera penderita penyakit diabetes untuk mengonsumsinya.

Syarat-syarat pemberian diet untuk diabetes mellitus adalah ;

  1. Energi cukup sesuai dengan kebutuhan berdasarkan jenis kelamin, usia, aktivitas fisik, berat badan, dan tinggi badan. Makanan dibagi dalam 3 porsi besar, yaitu makan pagi (20%), makan siang (30%), makan malam (25%) dan 2-3 porsi kecil untuk makanan selingan (masing-masing 10-15%).
  2. Protein 10-15% dari total kebutuhan energy total. Protein yang digunakan hendaknya yang memiliki nilai cerna tinggi.
  3. Lemak sedang 20-25% dari kebutuhan energy total, yaitu 60-70%.
  4. Penggunaan gula murni dalam makanan dan minuman tdak diperbolehkan, kekcuali jumlahnya sedikit sebagai bumbu. BIla kadar glukosa darah sudah terkendali penggunaan gula murni 5%  dari kebutuhan energy total.
  5. Penggunaan gula alternative dibatasi. Pengunaan fruktosa 20% dari kebutuhan energy total dapat meningkatkan kolesterol dan LDL (kolesterol jahat) sedangkan penggunaan alkohol dalam jumlah berlebihan mempunyai pengaruh laksatif.
  6. Asupan serat 25 gr per hari dengan mengutamakan serat larut dalam air yang terdapat dalam sayur dan buah. Konsumsi menu seimbang memenuhi kebutuhan serat dalam sehari dalam program diet untuk diabetes.
  7. Bila penderita diabetes memiliki tekanan darah tinggi, asupan garam dikurangi. Namun bila tekanan darah normal diperbolehkan mengonsumsi natrium dalam bentuk garam dapur sebanyak 300 mg per hari.
  8. Vitamin dan mineral dengan kebutuhan. Bila asupan makanan sudah mencukupi penambahan vitamin dan mineral dalam bentuk suplemen tidak diperlukan.

Selain syarat-syarat tersebut diatas, ada hal laun yang perlu diperhatikan yaitu pengethuan bahan makanan yang diperbolehkan, dibatasi, atau dihindari bagi penderita diabetes. Termasuk pengetahuan tentang indeks glikemik pangan agar dapat menyusun hidangan yang tidak cepat meningkatkan kadar glukosa darah.


=====================================

>>> Kapsul Sambiloto Mengobati Kencing Manis / Diabetes, Menormalkan Kadar Gula Darah, Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Mengatasi Bronchitis & Radang Amandel, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Tradisional Diabetes and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>